BLITAR – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar, Syahrul Alim, menegaskan bahwa Kawasan Kuliner Makam Bung Karno (KKMP) menjadi tumpuan baru ekonomi daerah. Langkah penataan kawasan wisata ini bertujuan untuk mendongkrak pendapatan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Selain itu, pihak legislatif menekankan pentingnya inovasi produk demi menarik minat para wisatawan domestik maupun mancanegara. Tim komisi ekonomi kini fokus mengawal proses penyaluran bantuan modal usaha secara menyeluruh. Upaya ini akan memberikan kepastian usaha serta peningkatan taraf hidup bagi pedagang di wilayah Jawa Timur.
Pihak DPRD menilai bahwa kenyamanan lokasi berdagang sangat krusial bagi keberlangsungan roda ekonomi masyarakat bawah. Oleh karena itu, Syahrul Alim mengajak seluruh lapisan pedagang untuk senantiasa menjaga kebersihan area kuliner secara bersama-sama. Hal ini sangat penting guna mencegah penurunan jumlah kunjungan wisatawan akibat lingkungan yang kotor serta tidak tertata. Kehadiran fasilitas lapak baru membawa semangat kemandirian yang tinggi pada tahun 2026 ini. Seluruh jajaran dinas koperasi siaga memberikan pelatihan manajemen keuangan bagi para pemilik warung makan.
Mengoptimalkan Potensi Wisata dan Kualitas Pelayanan Konsumen
Syahrul Alim menegaskan bahwa pemenuhan standar kebersihan makanan harus tetap menjadi prioritas utama seluruh pedagang KKMP. Sebab, kelalaian dalam menjaga kualitas sajian akan memacu citra buruk yang merugikan sektor pariwisata Kota Blitar secara luas. Kondisi ini tentu menuntut adanya koordinasi yang solid antara pihak paguyuban dan dinas pariwisata setempat. Terutama, penataan lahan parkir pengunjung akan menjadi fokus utama perbaikan fasilitas fisik pada bulan ini. Pemerintah juga menyiapkan berbagai langkah taktis guna menjamin ketersediaan sarana air bersih yang memadai.
Pihak Pemkot Blitar juga berkomitmen untuk terus meningkatkan promosi wisata melalui penguatan pameran produk unggulan daerah secara berkala. Selanjutnya, sistem informasi mengenai peta lokasi kuliner khas Blitar akan
Baca Juga:Warga Blitar Diminta Waspadai Bahaya Zat Tambahan Pangan
menggunakan platform digital guna memastikan setiap pelancong mendapatkan rute lokasi secara instan serta akurat. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan efisiensi waktu serta memacu rasa tanggung jawab para pemandu wisata lokal. Sinergi yang kuat antara teknologi dan tradisi menjadi modal utama dalam membangun daerah. Pejabat optimis omzet harian pedagang akan meningkat melalui penguatan sistem transaksi nontunai yang lebih modern.
Harapan untuk Kemajuan dan Kemakmuran Warga di Kota Blitar
Oleh sebab itu, ketua dewan mengajak seluruh jajaran pegawai untuk senantiasa memprioritaskan konsumsi produk lokal buatan masyarakat sendiri. Sinergi yang harmonis antara pimpinan daerah dan pelaku usaha menjadi kunci utama bagi kemajuan tata kelola ekonomi. Maka dari itu, semangat pantang menyerah harus tetap terjaga guna menghadapi tantangan persaingan pasar yang kian dinamis. Masyarakat juga berharap agar kehadiran KKMP mampu melahirkan wirausahawan baru yang menyerap banyak tenaga kerja. Hubungan yang baik ini akan memberikan dampak positif bagi kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Sebagai penutup, pernyataan Syahrul Alim mengenai potensi ekonomi KKMP merupakan bukti nyata dukungan legislator terhadap wong cilik. Setelah itu, tim perumus akan segera menyusun draf laporan pengawasan triwulan guna bahan evaluasi rapat paripurna dewan. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat jajaran pelaku usaha mikro semakin kuat serta mandiri. Hal ini menjadi langkah nyata dalam memajukan standar pelayanan publik pada tahun 2026 ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus membawa berkah serta kemakmuran bagi seluruh rakyat Indonesia.












