Dior Dior Dior

Jairi Irawan: Media Bukan Alat Kekuasaan

Dior

POLMAN Praktisi sekaligus tokoh pers, Jairi Irawan, mengeluarkan pernyataan tegas mengenai fungsi hakiki pers di tengah dinamika politik saat ini. Ia mengingatkan bahwa media massa harus tetap menjaga independensinya dan tidak boleh menjadi alat kepentingan kekuasaan bagi kelompok tertentu.

Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab moral untuk menyajikan kebenaran dan menjadi penyambung lidah masyarakat, bukan sekadar corong propaganda.

Dior

Menjaga Marwah Independensi Pers

Jairi Irawan menekankan bahwa netralitas adalah harga mati bagi setiap insan pers. Ia melihat kecenderungan beberapa media yang mulai terseret ke dalam arus kepentingan politik praktis, yang justru dapat mengikis kepercayaan publik terhadap informasi yang beredar.

Media massa seharusnya berfungsi sebagai kontrol sosial yang kritis namun tetap konstruktif. Dengan menjaga jarak dari pusaran kekuasaan, pers dapat menjalankan fungsinya dalam mengawasi jalannya pemerintahan serta memastikan kebijakan publik benar-benar berpihak pada rakyat kecil.

“Media memiliki kekuatan besar untuk membentuk opini publik. Jika kekuatan ini disalahgunakan untuk melayani kekuasaan, maka demokrasi kita sedang dalam ancaman serius,” tegas Jairi Irawan dalam sebuah diskusi literasi media.


Baca Juga:Bawaslu Blitar Edukasi Santri soal Hoaks dan Demokrasi

Perkuat Sinergi, Jairi Irawan Diskusi Peran Media di Era Digital Bersama  Awak Media Blitar Raya - BERITA BERSATU

Tantangan Jurnalisme di Era Digital

Selain isu kekuasaan, Jairi juga menyoroti tantangan berat jurnalisme di tengah gempuran informasi media sosial. Ia mengajak para jurnalis untuk kembali ke khittah jurnalistik dengan mengedepankan verifikasi dan cek fakta sebelum menayangkan sebuah berita.

Kecepatan informasi seringkali mengabaikan akurasi, yang pada akhirnya hanya akan membingungkan masyarakat. Oleh karena itu, profesionalisme wartawan harus terus ditingkatkan agar produk jurnalistik yang dihasilkan tetap berkualitas dan memiliki integritas yang tinggi.

Harapan bagi Masa Depan Media Nasional

Jairi Irawan berharap agar para pemilik media tidak mengintervensi ruang redaksi demi kepentingan bisnis atau politik yang sempit. Kebebasan pers yang bertanggung jawab adalah kunci utama untuk mencerdaskan bangsa dan menjaga keutuhan negara.

Pernyataan ini menjadi pengingat bagi seluruh elemen media untuk tetap setia pada kode etik jurnalistik. Dengan menjaga marwah sebagai pilar keempat demokrasi, media akan terus dihormati dan menjadi referensi utama masyarakat dalam mencari kebenaran di tengah keriuhan informasi.

Dior